MEKANISME PERMOHONAN DAI PUSAT

Mekanisme permohonan da’i pusat telah diatur dalam Surat Keputusan (SK) DPP PSW Nomor: SK. 053/DPP PSW-41/VIII/2013 tentang pedoman penyelenggaraan administrasi PSW, BAB VII, Pasal 38. Dalam SK tersebut mengatur beberapa hal mengenai mekanisme permohonan Da’i Wahidiyah dari pusat diantaranya sebagai berikut:

Da’i pusat adalah

  1. para anggota MTP PSW
  2. unsur pimpinan dan unsur pembantu pimpinan DPP PSW
  3. Personil yang ditunjuk oleh DPP PSW

Surat permohonan Da’i Pusat dibuat oleh DPW untuk acara di tingkat wilayah, dan oleh DPC dengan tembusan kepada DPW untuk acara di dalam lingkungan tingkat cabang, baik yang diadakan oleh DPC sendiri, maupun oleh Pengurus PSW Kecamatan, atau oleh Pengurus PSW Desa/ Kelurahan, atau yang diadakan oleh perorangan Pengamal Wahidiyah.

Perorangan Pengamal Wahidiyah yang mempunyai hajat pribadi, atau Pengurus PSW Desa/ Kelurahan, atau Pengurus PSW Kecamatan dapat membuat dan menanda tangani surat permohonan da’i langsung kepada DPP, dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Surat perorangan, harus diketahui oleh Pengurus PSW Desa/ Kelurahan, Pengurus PSW Kecamatan, DPC PSW bersangkutan, dan ditembuskan kepada DPW.
  2. Surat PSW Desa/ Kelurahan harus diketahui oleh Pengurus PSW Kecamatan, DPC PSW bersangkutan, dan ditembuskan kepada DPW.
  3. Surat PSW Kecamatan harus diketahui oleh DPC, dengan tembusan kepada DPW.

Surat permohonan Da’i Pusat dialamatkan kepada :

Yth. DPP PSW, (atau Sekretariat DPP PSW)

c.q. Badan Penyiaran & Pembinaan Wahidiyah Pusat.

Surat permohonan Da’i Pusat harus sudah diterima di Sekretariat DPP PSW, paling lambat 7 hari sebelum hari H, dan menyebutkan antara lain :

  1. Acara dalam rangka apa ?
  2. Hari, tanggal dan waktu acara
  3. Tempat acara
  4. Da’i Pusat yang dikehendaki
  5. Susunan acara

 

Permohonan Da’i lewat telepon atau secara lisan, dicatat sebagai pendaftaran, sehingga belum menjamin kepastian terkabulnya permohonan sebelum ada surat resmi seperti ketentuan di atas.

DPP PSW, dalam hal ini Badan Penyiaran & Pembinaan Wahidiyah, secepat-nya memberi jawaban terkabul tidaknya permohonan tersebut dengan surat, dan dapat diperjelas lewat telepon.

Da’i Pusat yang diminta oleh daerah, namun tidak mengikuti prodesur seperti di atas, sepatutnya tidak melayani

Prodesur surat permohonan Da’i Wilayah atau Da’i Cabang diselaraskan dengan prosedur tersebut di atas

Demikian tata cara permohonan da’i pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah agar diperhatikan serta dilaksanakan.