METODE PEMBINAAN KANAK-KANAK WAHIDIYAH

Pengertian metode pembelajaran (pembinaan) ialah cara guru (pembina) melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh dan memberi latihan isi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan tertentu.

(STRATEGI & METODE dalam model pembelajaran Hal. 149 oleh Dr. H. Martinis Yamin M.Pd.)

Dari pengertian metode di atas menunjukkan bahwa guru/pembina tidak akan bisa mencapai tujuan tertentu dari pembelajaran yang telah direncanakan tanpa adanya metode pembelajaran. Namun demikian pemakaian metode harus tepat dengan tujuan pembelajaran/pembinaan yang hendak dicapai. Jika salah memakai metode, maka tujuan pembelajaran/pembinaan tidak mencapai sasaran yang dituju.

Beberapa metode yang mungkin bisa diterapkan dalam pembinaan kanak-kanak Wahidiyah antara lain :

  1. Metode Ceramah

Metode ceramah : adalah suatu cara penyajian atau penyampaian informasi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh pendidik/pembina terhadap peserta didik. (metodologi pendidikan Agama Islam : hal. 299, Oleh Prof. Dr. Ramayulis)

  1. Metode Cerita/Kisah

Kisah mempunyai fungsi edukatif yang tidak dapat diganti dengan bentuk penyajian selain bahasa, misal: Kisah Nabi Nuh A.S, Kisah Nabi Ibrohim AS. (Metode Pendidikan Agama Islam : hal. 288)

  1. Metode Demonstrasi/penampilan

Metode ini berbentuk pelaksanaan praktek oleh peserta didik dibawah bimbingan dari dekat oleh pengajar. Praktek tersebut dilaksanakan atas dasar penjelasan atau demonstrasi yang diterima atau diamati peserta didik. Contoh dalam hadist:

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْانِى أُصَلِّى

  1. Metode Tanya Jawab

Metode Tanya Jawab : suatu cara mengajar dimana seorang pendidik mengajukan beberapa pertanyaan kepada anak didik tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan. (Metodologi Pendidikan Agama Islam. hal. 305)

Dilihat dari sasaran pertanyaan, ada 2 macam;

1. Pertanyaan mengarah pada ingatan.

Kata tanyanya : Apa, Siapa, Dimana, Kapan dan Berapa

2. Pertanyaan mengarah pada pikiran

Kata tanyanya : Mengapa, Bagaimana

  1. Metode Sosio Drama/Bermain Peran

Metode tersebut penyajian bahan dengan cara memperlihatkan peragaan, baik dalam bentuk uraian maupun kenyataan. Semuanya berbentuk tingkah laku dalam sosio yang kemudian diminta beberapa orang perserta didik untuk memerankannya. (Metodologi Pendidikan Agama Islam. hal. 305)

Misal, anak-anak disuruh menyiarkan Wahidiyah (mengajak mujahadah kecerdasan) kepada teman-temannya yang belum pengamal.

  1. Metode Drill/ Latihan

Metode Drill/ latihan dimaksudkan untuk memperoleh ketangkasan atau ketrampilan latihan terhadap apa yang dipelajari karena hanya dengan melakukan secara praktis suatu pengetahuan dapat disempurnakan dan siap disiagakan. (Metodologi Pendidikan Agama Islam. hal. 349)

Misal, anak-anak disuruh latihan menjadi imam mujahadah, disuruh latihan baca puisi dan sebagainya.

  1. Metode Diskusi

Metode diskusi suatu cara penyajian/ penyampaian bahan pelajaran, dimana pendidik memberikan kesempatan kepada para peserta didik/ kelompok-kelompok peserta didik untuk membicarakan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah. (Metodologi Pendidikan Agama Islam. hal. 321)

  1. Metode Teladan

Metode ini adalah suatu cara yang dilakukan pendidik untuk memberikan pelajaran melalui perbuatan yang langsung dilakukan oleh pendidik. Para perserta didik dapat mengamati dan menirukannya, apa yang biasa dilakukan pendidik.

  1. Metode Pembiasaan

Metode ini adalah upaya praktis dalam pembinaan dan pembentukkan anak. Hasil dari pembiasaan yang dilakukan pendidik adalah terciptanya suatu kebiasaan bagi anak didik. (Metodologi Pendidikan Agama Islam. hal. 105)

  1. Metode Pemecahan Masalah / Problem Solving

Metode tersebut suatu cara penyajian pelajaran dengan mendorong peserta didik untuk mencari dan memecahkan suatu masalah dalam Rangka pencapaian tujuan pengajaran. (Metodologi Pendidikan Agama Islam. hal. 357)

Langkah-langkah yang diperlukan :

  • Pendidik menghadapkan masalah yang akan dipecahkan kepada peserta didik;
  • Memperjelas persoalan. Persoalan tersebut dirumuskan oleh pendidik bersama peserta didik;
  • Melihat kemungkinan jawaban peserta didik bersama pendidik, mencari kemungkinan-kemungkinan yang akan dilaksanakan dalam pemecahan persoalan;
  • Mencoba kemungkinan yang dianggap menguntungkan. Pendidik menetapkan cara pemecahan problem yang dianggap paling tepat;
  • Cara yang ditempuh dinilai, apakah dapat mendatangkan hasil yang diharapkan atau tidak;
  1. Metode Permainan Wahidiyah (diuraikan tersendiri)
  2. Metode pengenalan pada masyarakat.
  3. Dan lain-lain.