Mujahadah Usbu’iyah

Mujahadah Usbu’iyah (Mingguan)

  1. Mujahadah Usbu’iyah adalah mujahadah yang dilaksanakan secara berjama’ah tiap seminggu sekali oleh Pengamal Wahidiyah se desa / kelurahan / lingkungan. Penyelenggara / penanggungjawabnya adalah Pengurus PSW Desa / Kelurahan.
  1. Di desa, kampung, atau lingkungan yang sudah ada pengamal Wahidiyahnya sekalipun hanya beberapa orang / keluarga supaya mengadakan Mujahadah Usbu’iyah sendiri. Tidak hanya bergabung dengan desa / kampung lainnya.
  2. Tempat Mujahadah Usbu’iyyah boleh menetap di suatu tempat, akan tetapi lebih dianjurkan berpindah-pindah dari rumah ke rumah. Antara lain seperti sabda Rosululloh .

(زَيِّنُوْا مَجَالِسَكُمْ بالصَّلاَةِ عَلَيَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ عَلَيَّ نُوْرٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ في مُسْنَدِ الْفِرْدَوْسِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ

“Hiasilah ruang tempat duduk kamu sekalian dengan bacaan sholawat kepadaku, maka sesungguhnya bacaan sholawat kalian kepadaku itu menjadi cahaya pada hari qiyamat” (HR. Dailami dalam Musnadil-Firdaus, dari Ibnu Umar Ra.)

  1. Berangkat menuju tempat Mujahadah Usbu’iyah sayogjanya bersama-sama dengan teman lain. Sehingga saling menying-gahi (Jawa : ngampiri) satu sama lain.
  2. Jika situasi mengizinkan supaya diadakan sendiri-sendiri :
  • Mujahadah usbu’iyah kaum bapak,
  • Mujahadah usbu’iyah kaum ibu,
  • Mujahadah usbu’iyah remaja dan
  • Mujahadah usbu’iyah kanak-kanak
  1. Jika belum mungkin usahakan seluruh pengamal Wahidiyah desa, sekampung, atau lingkungan, baik kaum bapak, ibu, remaja, dan kanak-kanak mengikuti Mujahadah Usbu’iyah bersama-sama.
  2. Sebelum pelaksanaan Mujahadah Usbu’iyah supaya diadakan persiapan lahir batin sebaik-baiknya.
  3. Imam Mujahadah Usbu’iyah supaya bergilir dari kalangan peng-amal Wahidiyah se desa, se kampung, atau lingkungan, baik pria, wanita, remaja dan kanak-kanak.
  4. Aurad Mujahadah Usbu’iyah seharusnya menggunakan bilangan 7 – 17 atau menggunakan Aurod Mujahadah lain dengan ketentuan disepakati seluruh jama’ah, atau ada ketentuan lain dari DPP PSW.
  5. Mujahadah Usbu’iyah tidak harus menghadap ke arah kiblat tetapi juga tidak dilarang. Lazimnya bermuwajahah (saling berhadapan), dan Insya Alloh cara seperti ini ada ciri-ciri khusus dan banyak manfaatnya, antara lain bisa terjadi sorot-menyorot bathiniyah antara satu dengan yang lain.

Mujahadah berjamaah yang lazimnya menghadap ke arah qiblat antara lain ; mujahadah sehabis sholat maktubah / sholat sunnat, atau mujahadah yang bertempat di masjid / musholla atau jika ada suatu kepentingan. Adapun mujahadah perorangan (sendirian) lebih utama jika menghadap ke arah qiblat, kecuali situasi tidak mengizinkan.

  1. Yang sudah hadir lebih dahulu, sambil menunggu kehadiran yang lain supaya langsung “tasyafu’an” bersama-sama dengan adab yang sebaik-baiknya..
  2. Jika Mujahadah sudah akan dimulai, tasyafu’an diakhiri dengan “Al-Faatihah” (membaca surat Fatihah bersama satu kali) atau membaca “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOOH” bersama-sama tiga kali, diteruskan dengan bacaan “YAA AYYUHAL GHOUTSU SALAAMULLOOHI” (dilagukan satu kali, kemudian membaca ”AL-FAATIHAH” satu kali.

Selanjutnya pimpinan / Imam jama’ah, wakilnya atau yang ditugasi, segera memberitahukan dan mengajak hadirin hadirot untuk segera memulai mujahadah dan mempersilah-kan kepada petugas Imam Mujahadah yang telah ditentukan.

Contoh : “Para hadirin hadirot ! Mujahadah Usbu’iyah ini mari segera kita mulai. Dan mari kita berusaha menerapkan LILLAH BILLAH, LIRROSUL BIRROSUL, LILGHOUTS BILGHOUTS, Kepada yang bertugas sebagai imam mujahadah, Bapak / Ibu / sdr………..…. disilahkan.

Urutan acara dalam Mujahadah Usbu’iyah :

  1. Tasyaffu’ dan Istighotsah;
  2. Mujahadah bilangan 7-17;
  3. Dianjurkan mengadakan pembacaan buku-buku Wahidiyah, atau lain-lain sesuai keperluan.
  4. Penutup / nidak.

Pembaca buku-buku Wahidiyah atau lainnya dalam Mujahadah Usbu’iyah bisa dari lingkungan jama’ah sendiri.

_______________________________________________

Baca artikel yang berkaitan

Pengamalan 40 Hari

Mujahadah Yaumiyah

Mujahadah Syahriyah

Mujahadah Rubu’ussanah

Mujahadah Nisfussanah

Mujahadah Kubro