Sabtu, Mei 21
Shadow

Musyawarah Cabang Wahidiyah VII 2022 dan Mujahadah Rubu’ussanah Kabupaten Kediri

Madin Al Muchlisin, Kasreman, Kandangan Kabupaten Kediri berturut-turut menjadi tuan rumah Musyawarah Cabang (Muscab) dan Mujahadah Rubu’ussanah (MRS) Kabupaten Kediri pada Ahad (13/03). Dari 26 Kecamatan di Kabupaten Kediri, sebanyak 14 Kecamatan terundang pada acara Muscab ke-7 2022 tersebut. Selain itu, Muscab ini juga dihadiri oleh peserta peninjau dari Kota Kediri dan Kabupaten Jombang serta undangan dari DPP PSW yang diwakili oleh Sekretaris Umum, Kyai Makinun Amin, dan Ketua DPW PSW Jawa Timur yang baru terpilih pada (5/3) kemarin, Kyai Mansur, M.Pd. Meski dalam suasana gerimis, gelaran Muscab tersebut berakhir sukses dengan terlantiknya para pengurus baru Penyiar Sholawat Wahidiyah Cabang Kabupaten Kediri. Adapun susunan pengurusnya adalah sebagai berikut:

Pengurus Penyiar Sholawat Wahidiyah Cabang Kab. Kediri Masa Khidmah 2022 – 2027

Majelis Tahkim Cabang:

Ketua                    : K. Rohmad Choderi

Wakil Ketua        : K. Sumali

Sekretaris            : K. Imam Masruchi

Anggota               : K. Nur Hadi

Anggota               : K. Imam Syafi’i

 

Dewan Pimpinan Cabang:

Ketua                    :

  • Syafi’in, S.H.I.
  • Moh. Firdaus, S.H.I.
  • Azidul Muhsinin, S.Pd.
  • Nur Azizah, S.Pd.
  • Majid Abroruzzaman, M.Ag.

Sekretaris I          : Moh. Mawahib, S.Pd.

Sekretaris II         : Achmad Subutul Ulum, S.H.

Bendahara I        : Edi Santoso

Bendahara II       : Nur Jannati

Setelah paginya menggelar Muscab, malam harinya di hari yang sama PSW Cabang Kediri mengadakan MRS. MRS kali ini menghadirkan Kyai M. Nafihuzzuha, M.Sy, Anggota MTP PSW. Dalam kuliah Wahidiyahnya Kyai Nafi menganalogikan membaca sholawat dengan mengambil uang di bank. Beliau berkata, “membaca sholawat ibarat orang berangkat ke bank mengambil uang. Berangkat satu kali ada yang pulang bawa uang 100.000 ada yang bawa uang satu kresek, ada yang bawa uang satu karung, dan seterusnya. Seperti orang baca sholawat satu kali tapi ada nilai pahalanya yang berbeda-beda. Lebih-lebih di Sholawat Wahidiyah, baca sholawat satu kali pahalanya dikalikan setiap kedipnya mata, naik turunnya nafas dan sebanyak bilangan yang Allah maha mengetahui.”

Kontributor: Zulfah Mazidah / Anjar Rumiati

Tinggalkan Balasan