Anjuran Mujahadah Bulan Syawal

TUTORIAL MUJAHADAH DI MAKAM DALAM BULAN SYAWAL 1441/2020
Mujahadah makam (Mujahadah Syawalan) dimaksudkan untuk memohon dan
memohonkan rahmat, ampunan, hidayah, taufiq, barokah Alloh bagi dirinya
sekeluarga dan seluruh ahli desanya, baik yang masih hidup lebih-lebih yang sudah
berada di alam kubur.
a) Pelaksanaannya sangat dianjurkan berjama’ah bersama keluarga atau
masyarakat satu kampung, kecuali situasi tidak memungkinkan. Bagi daerah yang
sudah memungkinkan hendaknya jamaah kaum bapak, ibu, remaja, dan kanakkanak mengadakan sendiri-sendiri. Hendaknya tidak ada seorang pengamal-pun
yang tidak melaksanakan.
b) Dilaksanakan dalam bulan Syawal paling sedikit 7 (tujuh) hari, berturut-turut atau
berselang harinya. Bagi yang belum melaksanakan dalam bulan Syawal atau belum
cukup 7 hari supaya dilaksanakan/ dilanjutkan dalam bulan Dzulqo’dah.
c) Tempat Mujahadah, di makam (kuburan) desa/umum. Jika di suatu desa terdapat
beberapa makam, supaya tempatnya digilir atau jama’ahnya dibagi;
d) Bagi yang tidak bisa melaksanakan di makam karena situasi/kondisi, supaya
melaksanakan di tempat lain paling sedikit melaksanakan dua kali lipat, yakni 7 hari
menjadi 14 hari atau tetap 7 hari dengan dua kali khataman setiap harinya;
e) Bagi tetangga desa yang belum ada pengamal/ jama’ahnya, sedapat mungkin
supaya dimujahadahi oleh Pengamal desa terdekat, dan usahakan bisa
dilaksanakan di makam desa tersebut.
f) Pelaksanaan Mujahadah Makam supaya memberitahu-kan kepada pihak-pihak
yang dipandang perlu. PSW Desa kepada Kepala Desa, PSW Kecamatan kepada
Muspika, PSW Cabang kepada Pemkab/Pemkota dan PSW Provinsi kepada Pemprov,
dan dilampiri surat Instruksi dari PSW Pusat;
g) Bagi yang belum bisa membaca sebagaimana Aurod dalam huruf (b), supaya
membaca:
– AL-FATIHAH 7 x
– YAA AYYUHAL GHOUTS 2.000 x
– YAA SAYYIDI YAA ROSUULALLOH 2.000 x
– FAFIRRU ILALLOH 2.000 x
– AL-FATIHAH 1 x
Dan bagi yang belum bisa membaca bacaan tersebut huruf (g) cukup membaca YAA
SAYYIDI YAA ROSUULALLOH 7.000 x jika dilaksanakan sendiri, namun bila
berjamaah dibaca selama berlangsungnya Mujahadah tersebut.
h) Pengurus PSW semua tingkatan dan Imam Jama’ah Wahidiyah setempat
berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah positif lebih lanjut dan
bertanggung jawab serta melaporkan hasil pelaksanaannya secara tertulis kepada
PSW Pusat melalui PSW di atasnya

Petunjuk Pelaksanaan Mujahadah Maqom | Mujahadah Syawwalan

Leave a Reply