Pernyataan Dan Penjelasan Masalah Wahidiyah di Tebingtinggi

Jombang, 28 Maret 2016
Nomor : 507/U/DPP PSW-52/III/2016
Lampiran : 1 bendel
Perihal : Pernyataan Dan Penjelasan

 

Kepada Yth.
Kepala Kantor Kemenag Kota Tebingtinggi

BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIIM

ASSALAMU’ALAIKUM WR WB.

Kami dari Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPP PSW) berkantor Pusat di Pondok Attahdzib (PA) desa Rejoagung, kec. Ngoro, Kab. Jombang, prov. Jawa Timur, suatu organisasi kerja independen, terbuka, dan nirlaba. Tupoksi PSW adalah mengatur pelaksanaan dan bertanggungjawab mengenai pengamalan Sholawat Wahidiyah, penyiaran, pembinaan dan pendidikan Wahidiyah.

PSW telah berbadan hukum sesuai Keputusan KEMENKUM-HAM RI no. AHU-138.AH.01.06 tahun 2011, rekomendasi dari Kementerian Agama RI No. SJ/B.1/3/HK.00/35.03/2013, dan SKT Kemendagri no. 01-00-00/016/D.III.4/III/2013
Kami telah membaca berita diweb http://kemenagtebingtinggi.blogspot.co.id/ dan beberapa media online di Tebingtinggi mengenai silaturahmi Jama’ah Selawat Wahidiyah Tebingtinggi bersama Tokoh dan Ormas Agama Kota Tebingtinggi Di Dalam Menciptakan Kekondusifan.

1. Kami menyampaikan respek kepada Kakan Kemenag Tebingtinggi meluruskan penyimpangan-pennyimpangan keberagamaan sebagian masyarakat Tebingtinggi, dan telah berhasil mengarahkan rujuk ila Allah.
2. Sebenarnya di Wahidiyah senantiasa dibimbingkan prilaku budaya ta’awun sebagaimana konsepsi Alqur’an, wata’awanu alal birri wat taqwa. Saling tolong menolong, bantu membantu, ingat meningatkan satu sama lain. Tidak ada istilah satu lebih tinggi dibanding yang lain. Semua hamba Alloh dan ummat Rosulullah SAW.
اِنَّ اَكْرَمَ م كُْ عِنْدَ اللهِ اَتْ ا قم )الحجرات: 13 )
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu”
Muallif Sholawat Wahidiyah telah menegaskan bahwa di Wahidiyah tidak menggunakan istilah guru-murid, mursyid-salik, melainkan menggunakan ta’awun. Yang membedakan secara sosial adalah tupoksi tetapi tidak ada tingkatan-tingkatan antara pengamal dan pengurus Wahidiyah. Mudahnya di wahidiyah tidak ada istilah kultus individu. Jika terjadi ada kultus individu akan menjadi hijab dalam perjalanan wushul sadar kepada Alloh swt.
3. Kami himbau kepada seluruh Pengamal Wahidiyah untuk lebih meningkatkan mujahadah-mujahadah memohon ampunan, taufiq, hidiyah kepada Alloh swt dan perlindungan bagi pribadi, keluarga, bagi kesejahteraan bangsa dan negara.
Marilah kita bina Ukhuwah Wahidiyah, Ukhuwah Wathoniyah, Dan Ukhuwah Insaniyah.
Terlampir kami sampaikan Profil Wahidiyah dan lembar Sholawat Wahidiyah.
Terima kasih atas perhatian semua pihak, semoga diridhoi Alloh SWT membuahkan manfaat, maslahah dan barokah bagi semua. Aamiin.

Wabillahi taufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum wr. wb.

DEWAN PIMPINAN PUSAT
PENYIAR SHOLAWAT WAHIDIYAH

Ketua Umum,
KH Moh. Ruhan Sanusi

Tembusan Yth.
1. Walikota Tebingtinggi
2. Kepala Kejaksaan Negeri Tebingtinggi
3. Kepala Pengadilan Negeri Tebingtinggi
4. Kepala Kesbangpol Tebingtinggi
5. Kapolresta Tebingtinggi
6. Ketua MUI Kota Tebingtinggi

7. Media Pers

 

SURAT DPP untuk Masalah Wahidiyah di Tebingtinggi – Sumatera Utara