Rabu, Oktober 5
Shadow

Puisi “Rindu Rosuululloh”

RINDU ROSUULULLOH

Salam cinta bagimu Yaa Rosul….

Salam rindu Kami

Salam segala salam dari Kami, hamba yang selalu haus untuk mengenal Engkau….

Yaa Rasuulalloh…

Salam terindah dari Kami yang merindukan kesadaran sebagai sendi dan nafas dalam setiap langkah perjuangan

Salam tertinggi bagimu dari Kami yang dalam setiap lelap Kami rindu bermimpi berjumpa denganmu

Yaa Habiballoh…..

Duhai Baginda yang mulia

Disini kami gelisah

Dimana-mana para sesama saling bertengkar

Setiap saat kami saling mendebat berebut benar

Saling menyalahkan, enggan memaafkan, menutup diri dari fakta dan kebenaran

Duhai kekasih Alloh, kami rindu pada nasihat dan senyummu yang arif nan lembut menyejukkan

Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh…

Belum juga tercetakkah akhlakmu kepada Kami ?

Belum juga tercetakkah sunnahmu kepada Kami ?

Padahal Kami mengaku generasi umat pembaca sholawat

Yaa Rosul, semakin banyak Abu Jahal dan Abu Lahab menitis dalam diri

Menebarkan kerusakan, kenistaan dan kemaksiatan

Meniupkan fitnah, mengaburkan jejak-jejak yang Engkau tinggalkan Yaa Rosulalloh

Duhai Habiballoh…

Bagaimana kami memerangi kecongkakan dan kebodohan yang menggelombang dalam diri ini?

Bagaimana kami menghadapi diri yang suka menghakimi?

Setiap saat berkelahi melawan kawan Kami sendiri

Duhai Kanjeng Nabi, janganlah Engkau tinggalkan kami

Yaa Sayyidii….Yaa Rosuulalloh….

Yaa Rosuulalloh…

Kami rindu kelembutan yang merangkul

Tapi kami masih suka bersikap kasar dan memukul

Kami rindu kasih sayang yang menebarkan rohmat

Tapi justru kebencian kami menebar laknat

Kami rindu dakwah yang mengajak

Tapi kami masih suka menghardik dan membentak

Kami rindu sunnah yang qona’ah

Tapi kami masih suka gaya hidup riya’ dan sum’ah

Sholawat dan salam bagimu Yaa Rosul…

Engkau mengajarkan Kami beramar ma’ruf nahi mungkar

Menegur dengan cara yang ma’ruf dan tidak dengan cara yang mungkar

Menasehati dengan cara yang baik dan tidak dengan nafsu yang menjatuhkan

Yaa Rosuulalloh….

Engkau diturunkan diantara Kami

Sangat kasih dan sayang kepada Kami

Sangat berat hatimu memikirkan Kami

Bahkan saat semua Nabi dan Rosul sebelummu menggunakan haknya kepada Alloh untuk mengabulkan satu doa yang tiada tertolak

Engkau lebih memilih menyimpannya untuk Kami di padang mahsyar kelak

Kami rindu padamu Yaa Rosul….

Yaa Rosulallooh….

Tiada lelah Kami menyakitimu, dengan meremehkan sunnah-sunnahmu

Tiada jengah kami menorehkan luka dihatimu, dengan kemunafikan dan kemungkaran Kami

Padahal Engkau tebus kebodohan Kami dengan darah, air mata dan penderitaanmu

Engkau panggil-panggil Kami dengan sisa-sisa tenaga yang Engkau punya

Saat Engkau melepas nafas untuk terakhir kali

Ummatiii …..Ummatii….Ummatii…..

Tiada terdengar suara panggilanmu Yaa Rosul

Karena telinga Kami telah tuli oleh tumpukan kedzoliman Kami

Tiada terlihat uluran tangan penuh cintamu Yaa Rosul

Karena mata Kami telah buta oleh dosa dan kamaksiatan Kami

Tiada tergerak hati Kami untuk menyambut dan memenuhi seruanmu

Karena tangan dan kaki Kami terbelenggu oleh imperialis nafsu

Masih pantaskah Kami menyebut diri ini sebagai umatmu

Yaa Sayyidii….Yaa Rosuulalloh…

Mohonkan Kami ampunan kepada Alloh

Syafa’atilah Kami di Yaumul Akhir

Hingga Alloh memberikan RohmatNya kepada Kami.

 

  

Sumber

www.wahidiyah.org

Download puisi bentuk pdf

Tinggalkan Balasan