Rabu, Juni 29
Shadow

Puisi “Rintihan Sebuah Harapan”

RINTIHAN SEBUAH HARAPAN

 

Segala puji bagi Alloh

Yang menganugerahkan Wahidiyah kepada kami

Duhai Tuhan kami Yaa Allooh …

Tuhan yang maha luhur

 

Duhai Tuhan yang maha memberi

Duhai Tuhan yang maha agung,

Duhai Tuhan yang maha indah

Duhai Tuhan yang maha sempurna

 

Yaa Ilaahi, Eangkau maha pengasih lagi maha penyayang

Engkau maha memberi ampunan

 

Yaa Ilaahi, aku orang yang sangat dholim

Orang yang sangat bodoh, dan senantiasa kufur

 

Tiada harapan bagi kami

Melainkan agungnya ampunan dan fadlol-Mu

Ampunilah kami, ampunilah dosa-dosa kami

Bukalah pintu hati kami, dan ridloilah kami

 

Duhai penghulu para Rosul

Duhai kekasih Alloh

Sholawat serta salam Alloh semoga tetap terlimpah

Atas junjungan kami, pemberi safaat kami

Yaa Syaafi’al Umami … Yaa Qurrota ‘Aini …

 

Duhai Ghoutsu Hadzaz Zamaan …

Kepangkuanmu salam Alloh kuhaturkan

Bimbing … bimbing dan didiklah diriku Dengan izin Alloh

Dan arahkan pancaran sinar nadzrohmu kepadaku yaa sayyidii …

Radiasi batin yang mewusulkan aku sadar kehadirat maha luhur Tuhanku

 

Yaa … Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami

Permudahlah segala urusan kami, bukakanlah pintu dan jalan kami, tunjukilah kami,

Pereratlah persaudaraan dan persatuan di antara kami, yaa Tuhan kami

Ayah … Ibu …

Maafkanlah  segala kesalahan kami,

Mohonkanlah  ampun  kepada Tuhan kami

Jangan biarkan kulit kami terkelupas

Jangan biarkan tangan kami terpotong

Jangan biarkan kaki kami lumpuh

 

Ayah … Ibu …

Pantaskah kami ini putramu

Antarkan kami sowan ke Nabiku

Hiasilah kami dengan ajaran suci

Jangan biarkan kami tenggelam dalam jurang imperialis nafsu

Sayangilah kami, balailah kami, antarkan kami dengan do’a restumu

Mengharap ampunan  dan ridlo Ilahi, hingga kusadar  ma’rifat billah pada tuhanku

 

Fafirruu Ilallooh …3X

Larilah kembali kepada Alloh

Waquljaa Alhaqqu Wazahaqol Baatil, Innal Baatila Kaana Zahuuqo

Dan katakanlah wahai Nabi Muhammad perkara yang hak telah datang dan musnahlah perkara yang batal, sesungguhnya perkara yang batal itu, pasti musnah. Al-Faatihah. 1X

 

 

 

 

Sumber

 

Wahidiyah.org

 

 

Download puisi bentuk pdf

Tinggalkan Balasan