Senin, Juni 27
Shadow

Puisi “Sebuah Rintihan”

SEBUAH RINTIHAN


Untuk kesekian kali 

Tak tahan air mata menetes di pipi ini

Ketika ku dengar asma keagungan-Mu

Ya Sayyidii …………..Yaa Rosuulalloh………………..

Terlalu hina daku dihadapanmu

Kemana
kah harus kusembunyikan mukaku

Yang telah menjadi budak imperialis nafsu

Darahku telah bercampur dengan titik noda dan dosa

Hatiku kelam, hitam mengarang bara

Keras, lebih keras dari batu gua

Aku tahu, tiada kan bahagia bila tiada mengingat-Mu

Tapi mengapa aku senantiasa menyembah nafsuku

Pantaskah daku memanggil-Mu

Habibi……………..Yaa Qurrataa ‘Ainii………….

Padahal tiada realisasi

Engkau lebih tahu tentang aku

Duhai junjunganku

Daku bersimpuh di pangkuan-Mu dengan dosa – dosa ku

Ulurkanlah asta – Mu duhai penolongku

Hingga daku selalu sadar kepada Alloh yang satu

Duhai baginda Nabi pemberi Syafaat Makhluq

Duhai baginda Nabi kekasih Alloh

Kepangkuan-Mu, Sholawat dan salam Alloh, semoga di limpahkan

Jalanku buntu, usahaku tak menentu, buat kesejahteraan negeri ku

Cepat,cepat raihlah tanganku, tolonglah aku Yaa Sayyidii.dan seluruh umat ini

Duhai pemimpin kami, duhai utusan Alloh

Yaa Tuhan kami, Yaa Alloh

Limpahkan lah sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad

Pemberi syafa’at ummat dan kepada kepada keluarga Beliau

Dan jadikanlah ummat manusia, cepat  – cepat lari

Lari kembali mengabdikan diri dan sadar Robbil ‘Alamiin

Ya Tuhan kami, ampuni dosa-dosa kami

Permudahlah urusan kami

Bukalah hati dan jalan kami, tunjukilah kami

Akrabkan dan pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami

Yaa Tuhan kami

 

Fafirruu Ilalloh…3 X

Wahai manusia, segeralah sadar kembali kepada Alloh Yang Maha Esa.




Sumber

Wahidiyah.org

Download puisi bentuk pdf

Tinggalkan Balasan