Jumat, September 30
Shadow

Mujahadah Pertanian / Peternakan

Mujahadah yang bertujuan untuk memohon agar hasil tanaman / peternakan lebih baik dan barokah sebagaimana bimbingan Hadlrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah.

Tata Cara Mujahadah Pertanian / Peternakan

Adapun pelaksanaannya:

  1. Membaca kalimah YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH setiap harinya minim 30 menit dalam sekali duduk; mulai dari waktu penaburan biji / waktu tanam sampai waktu panen. Bagi pengamal Wahidiyah sebaiknya melaksanakan mujahadah bilangan 7-17 atau 3-7 terlebih dahulu.
  2. Meyediakan air dalam wadah / botol atau lainnya dan meniupnya setiap selesai Mujahadah;
  3. Mujahadahnya boleh pagi, siang atau malam. Memilih waktu yang bisa istiqomah lebih utama

Cara penggunaan air Mujahadah

Adapun penggunaan air Mujahadahnya adalah sebagai berikut :

  • Tanaman yang kebutuhan airnya menggunakan air yang mengalir seperti padi-padian: tuang air mujahadah di jalan masuknya air (Jawa: tulakan) setiap 3 hari, 7 hari, atau 15 hari sekali tergantung kondisi tanaman/sawahnya;
  • Sedangkan untuk tanaman yang kebutuhan airnya tidak menggunakan air mengalir seperti jagung, pohon-pohonan dan lain sebagainya bisa semprotkan atau siramkan pada daun atau pokok pohonnya;
  • Untuk pemberantasan hama / penyakit: semprotkan pada daun atau bagian lain yang terserang hama. Bisa campur dengan obat-obatan pembasmi hama, atau langsung tanpa campuran obat. Insya’ Alloh sudah mengandung obat yang diperlukan;
  • Untuk perikanan: masukkan pada air perikanan dan sebagian campur dengan makanannya;
  • Untuk peternakan: campurkan minuman atau makanannya.