Rabu, Oktober 5
Shadow

Landasan Berdana Box

Dana Box merupakan “Paket Bimbingan” langsung dari Muallif Sholawat Wahidiyah yang dilakukan dengan cara menyisihkan sebagian harta pada tempat khusus (box) yang diletakkan di rumah masing-masing. Dana Box dilaksanakan secara rutin setiap hari oleh setiap pengamal Wahidiyah tanpa pandang bulu menurut kemampuan, kesadaran, dan keikhlasan masing-masing. Dana yang terkumpul diambil setiap bulan oleh petugas pengumpul (Gaspul) bagi daerah yang telah terbentuk kepengurusan Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) atau disetorkan ke Badan Keuangan Wahidiyah (BKW) bagi daerah yang belum terbentuk kepengurusan PSW. Pemanfaatan Dana Box dilakukan secara sistematis dan terorganisir yakni diberikan kepada PSW mulai tingkat desa hingga Pusat dengan prosentase yang telah ditentukan untuk kegiatan Mujahadah yang telah dibakukan dan digunakan untuk mencetak Lembaran Sholawat Wahidiyah. Berdana Box merupakan wujud beramal yang sangat dianjurkan dalam agama islam.

Banyak sekali perintah maupun anjuran baik dalam Al-Quran maupun Hadits agar senantiasa beramal dengan harta baik dalam bentuk zakat, infaq dan shodaqoh. Manfaat beramal setiap hari tidak hanya dirasakan bagi penerima, namun manfaatnya lebih banyak dirasakan oleh pemberi amal. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam Firman Allah pada surah Al-Baqoroh 2: 261 dan Al-Baqoroh 2:274

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١

“Perumpamaan orang-orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqoroh 2:261)

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ٢٧٤

“Orang-orang yang menginfaqkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.” (Al Baqoroh 2:274)

وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ٣٩

“Suatu apa pun yang kamu infaqkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.” (Saba 34: 39)

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ٩٢

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.” (Ali Imron 3: 92)

Bahkan dalam Al-Qur’an terdapat ancaman bagi orang yang tidak beramal yang dijelasakan dalam surah At-Taubah 9:34

وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ ٣٤

“Orang-orang yang menyimpan emas dan perak, tetapi tidak menginfakkannya di jalan Allah, berikanlah kabar ‘gembira’ kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih.” (At-Taubah 9: 34)

Dijelaskan juga dalam Hadits tentang manfaat beramal setiap hari

مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً فِى سَبِيْلِ اللَّهِ كُتِبَتْ سَبْعَمِائَةِ ضِعْفٍ

“Barang siapa menginfaqkan satu infaq dijalan Alloh, dicatat tujuh ratus kali lipat.” (HR. Al-Hakim)

باكروا بالصدقة فان البلاء لا يتخطاها

“Segera bersedekahlah setiap pagi, karena sesungguhnya balak itu tidak akan melangkahi sedekah.” (H.R. Al-Baihaqi)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ ۗوَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ٢٥٤

“Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim.” (Al Baqoroh 2: 254)

Untuk memenuhi anjuran dan perintah ini, umat islam terutama pengamal wahidiyah tidak perlu menunggu waktu sampai ekonomi ‘mapan’, sebagaimana Firman Allah dalam surah At-Taubat 9: 41

اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٤١

“Berangkatlah (berjuanglah) sekalipun dalam keadaan ringan atau berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan tenagamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (At-Taubat 9: 41).

Meskipun banyak sekali manfaat yang diperoleh dari berdana box baik manfaat untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat, sebagai pengamal Wahidiyah hendaknya berdana tetap dilandasi niat ikhlas lillah, billah, lirrosul, birrosul dst.

Tinggalkan Balasan