Selasa, Agustus 16
Shadow

Puisi “Untaian Harapan”

UNTAIAN HARAPAN

Karya: Ning Jauharotul Maknunah

Duhai Pemimpin kami, Duhai Utusan Alloh
Izinkanlah aku bersimpuh di hadapanmu duhai Kekasih Alloh
Izinkanlah mulut manusia yang berlumur dosa memanggil-manggil namamu Yaa Rosulalloh
Aku tahu Engkau manusia yang sangat mulia di sisi Alloh
Dan aku hanya manusia kotor yang berhati busuk
Tingkah lakuku tidak lebih baik dari binatang
Aku rakus, aku tamak, aku riya’
Aku penuh dosa yaa Rosulalloh

Aku yakin Engkau hadir di hadapanku saat aku memanggil-mangilmu
Namun mata hatiku telah buta yaa Rosul
Sehingga aku tak dapat melihatmu
Yaa Rosulalloh, janganlah engkau pergi meninggalkan aku
Meskipun engkau melihatku bukan berwajah manusia
Meskipun engkau melihatku berwajah serigala
Peluklah aku Yaa Rosulalloh
Janganlah engkau tinggalkan aku walau sekejap mata

Duhai pelita hati kami
Aku tahu aku keterlaluan meminta itu kepadamu
Sungguh tak pantas diriku engkau temui wahai Nabi yang Mulia
Namun aku tak tahu harus berteriak kepada siapa?
Hidupku sudah aku gadaikan kepada dunia
Cintaku hanya pada kilauan harta
Bahkan ibadahkupun sudah tak ikhlas lagi
Aku tak tahu jalan untuk kembali
Kembali kepada Illahi Robbi

Yaa Rosulalloh
Mungkin aku tak pantas menjadi umatmu?
Karena aku sering membentak ibuku
Aku sering melukai hati ayahku
Aku pun tak jarang menyakiti hati saudara-saudaraku
Aku juga tak beradab kepada guruku
Begitu hina akhlakku
Sungguh amat laknat diriku

Duhai Pemimpin kami Duhai Utusan Alloh
Sungguh kami ingin lari kembali kepada Alloh
Namun kaki ini telah lumpuh
Terjerat oleh belenggu dosa-dosa kami
Terpenjara oleh imperialis nafsu kami
Tuntunlah kami duhai Kekasih Alloh
Bimbinglah kami kembali kapada Alloh

Duhai Paduka yang mulia
Engkaulah sebaik-baik manusia
Dan aku hanyalah seorang pendosa
Namun aku ingin merasakan indahnya mencintaimu Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh
Aku rindu berjumpa denganmu wahai Kekasih Alloh

Duhai baginda nabi pemberi syafaat mahluq
kepangkuanmu Sholawat dan salam ku sanjungkan
Duhai unsur dan jiwa makhluq
Bimbing, bimbing dan didiklah diriku
Sungguh aku manusia yang dholim selalu
Tiada arti diriku tanpa engkau duhai Sayyidi
Jika engkau hindari aku akibat keterlaluan berlarut-larutku
Pastilah, Pastilah pasti ku kan hancur binasa
Duhai Pemimpin kami Duhai utusan Alloh

Yaa Alloh Tuhan Yang Maha Tinggi
Limpahkanlah kecintaan dalam hati kami kepada Rosululloh
Berikanlah kerinduan yang mendalam dalam hati kami untuk berjumpa dengannya
Izinkan kami untuk dapat mengikuti jalannya
Sehingga kami dapat kembali mengabdi
Mengabdi KepadaMu Yaa Alloh Tuhan Semesta Alam

Fafirruu Ilallooh 3x
Larilah Kembali Kepada Alloh

Download puisi Untaian Harapan pdf

Tinggalkan Balasan