Jumat, Desember 2
Shadow

Tag: puisi kerinduan

Kutunggu Pesanmu

Kutunggu Pesanmu

Info Terbaru, Puisi
Oo,Tabris dalam Rumi Aku pernah melihat Lentera kecil yang sedang menyala Namun........... Sinarnya tak sampai kepadaku   Akupun pernah melihat Sinar datang dari mentari Namun............ Panasnya tak menerpa tubuhku   Lalu aku ragu Akupun sedih kalau-kalau......   Oo,Tabris Meski dari tubuh engkau jauh Tapi dalam hatiku Ada jendela yang menghadap kepada-mu Lewat rahasia jendela itu Seperti bulan Kau kirim pesan kepadaku   Bandar lor, 26 Juli 1988   BPRW PUSAT download puisi kutunggu pesanmu
Mbah Yai, Wahidiyahkah Kami?

Mbah Yai, Wahidiyahkah Kami?

Puisi
Assalamualaikum, Mbah Yai Salam hormat kami Kami ingin bercerita malam ini Meski hanya dalam mimpi Menceritakan kabar perjuangan Kegundahan hati, kekasih-kekasihmu Inginku letakkan kepala ini di pangkuanmu yang hangat Agar hilang penat dan gelisah yang pekat Wahai pembimbing kami Kami yang mengaku generasi penerus perjuangan mulia ini Kami yang mengaku sanggup terbang tinggi Berlari kencang dan mendaki untuk perjuangan ini Berpeluh dengan kebanggaan menggelegar di dada ini Dengan jumawa kami berteriak Ini wahidiyah kami Ini cahaya penerang jalan kami Ini identitas diri kami Padahal hasil perjuangan kami nihil Mbah Yai, Wahidiyahkah kami? Atas nama Wahidiyah kami selalu membenarkan sifat arogan kami Atas nama Wahidiyah kami berbohong untuk keberadaan kami Kami berka...
Ma’na – Mu

Ma’na – Mu

Puisi
pejam mata hatimu adalah ungkapan ma’na tidur pulas mata hatimu adalah ungkapan ma’na retak rengkah jiwamu – pun adalah ungkapan ma’na jagamu kini adalah ungkapan ma’na bangkitmu kini adalah ungkapan ma’na kilat cahaya jiwamu – pun adalah ungkapan ma’na ma’na dari sekian ma’na ma’na hidupmu di hari besok Di tepian Brantas, 2 Agustus 1988 Download Puisi Ma'na - Mu
Puisi “Untaian Harapan”

Puisi “Untaian Harapan”

Puisi
UNTAIAN HARAPAN Karya: Ning Jauharotul Maknunah Duhai Pemimpin kami, Duhai Utusan Alloh Izinkanlah aku bersimpuh di hadapanmu duhai Kekasih Alloh Izinkanlah mulut manusia yang berlumur dosa memanggil-manggil namamu Yaa Rosulalloh Aku tahu Engkau manusia yang sangat mulia di sisi Alloh Dan aku hanya manusia kotor yang berhati busuk Tingkah lakuku tidak lebih baik dari binatang Aku rakus, aku tamak, aku riya’ Aku penuh dosa yaa Rosulalloh Aku yakin Engkau hadir di hadapanku saat aku memanggil-mangilmu Namun mata hatiku telah buta yaa Rosul Sehingga aku tak dapat melihatmu Yaa Rosulalloh, janganlah engkau pergi meninggalkan aku Meskipun engkau melihatku bukan berwajah manusia Meskipun engkau melihatku berwajah serigala Peluklah aku Yaa Rosulalloh Janganlah engkau tinggalkan...
Puisi “Rindu Rosuululloh”

Puisi “Rindu Rosuululloh”

Puisi
RINDU ROSUULULLOH Salam cinta bagimu Yaa Rosul…. Salam rindu Kami Salam segala salam dari Kami, hamba yang selalu haus untuk mengenal Engkau…. Yaa Rasuulalloh… Salam terindah dari Kami yang merindukan kesadaran sebagai sendi dan nafas dalam setiap langkah perjuangan Salam tertinggi bagimu dari Kami yang dalam setiap lelap Kami rindu bermimpi berjumpa denganmu Yaa Habiballoh….. Duhai Baginda yang mulia Disini kami gelisah Dimana-mana para sesama saling bertengkar Setiap saat kami saling mendebat berebut benar Saling menyalahkan, enggan memaafkan, menutup diri dari fakta dan kebenaran Duhai kekasih Alloh, kami rindu pada nasihat dan senyummu yang arif nan lembut menyejukkan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh… Belum juga tercetakkah akhlakmu kepada Kami ? Belum juga tercetakkah sunn...