Senin, Juni 27
Shadow

Tag: puisi

Puisi “Rintihan Sebuah Harapan”

Puisi “Rintihan Sebuah Harapan”

Puisi, Utama
RINTIHAN SEBUAH HARAPAN Segala puji bagi Alloh Yang menganugerahkan Wahidiyah kepada kami Duhai Tuhan kami Yaa Allooh … Tuhan yang maha luhur Duhai Tuhan yang maha memberi Duhai Tuhan yang maha agung, Duhai Tuhan yang maha indah Duhai Tuhan yang maha sempurna Yaa Ilaahi, Eangkau maha pengasih lagi maha penyayang Engkau maha memberi ampunan Yaa Ilaahi, aku orang yang sangat dholim Orang yang sangat bodoh, dan senantiasa kufur Tiada harapan bagi kami Melainkan agungnya ampunan dan fadlol-Mu Ampunilah kami, ampunilah dosa-dosa kami Bukalah pintu hati kami, dan ridloilah kami Duhai penghulu para Rosul Duhai kekasih Alloh Sholawat serta salam Alloh semoga tetap terlimpah Atas junjungan kami, pemberi safaat kami Yaa Syaafi’al Umami … Yaa Qurrota ‘Aini … Duhai Ghoutsu Hadzaz...
Puisi “Sholawat Kesadaran”

Puisi “Sholawat Kesadaran”

Puisi
SHOLAWAT  KESADARANBuah Karya Mbah Yai Muallif Sholawat WahidiyahQoddasalloohu Sirroh Warodlialloohu ‘Anhu.  Duhai baginda Nabi Pemberi Syafaat mahluk, Ke pangkuan-Mu sholawat dan salam Alloh ku sanjungkan, Duhai Nur cahaya Makhluk, pembimbing manusia,Duhai unsur dan jiwa makhluk, bimbing...bimbing...dan didiklah diriku, Sungguh, aku manusia yang dzolim selalu Tiada arti diriku tanpa Engkau duhai sayyidii,Jika engkau hindari aku, Akibat keterlaluan berlarut-larutku Pastilah...Pastilah...pasti ku kan hancur binasa.Duhai  pemimpin kami. Duhai utusan Alloh  Duhai  pemimpin kami. Duhai utusan Alloh. Duhai Ghoutzu-Zaman Kepangkuan-Mu salam Alloh kuhaturkanBimbing...bimbing dan didiklah diriku dengan izin Alloh,Dan arahkan pancaran sinar nazhrohmu kepadaku yaa sayyidii...radiasi batin yang mewus...
Puisi “Sebuah Rintihan”

Puisi “Sebuah Rintihan”

Puisi
SEBUAH RINTIHAN   Untuk kesekian kali Tak tahan air mata menetes di pipi ini Ketika ku dengar asma keagungan-Mu Ya Sayyidii …………..Yaa Rosuulalloh……………….. Terlalu hina daku dihadapanmu Kemana kah harus kusembunyikan mukaku Yang telah menjadi budak imperialis nafsu Darahku telah bercampur dengan titik noda dan dosa Hatiku kelam, hitam mengarang bara Keras, lebih keras dari batu gua Aku tahu, tiada kan bahagia bila tiada mengingat-Mu Tapi mengapa aku senantiasa menyembah nafsuku Pantaskah daku memanggil-Mu Habibi……………..Yaa Qurrataa ‘Ainii…………. Padahal tiada realisasi Engkau lebih tahu tentang aku Duhai junjunganku Daku bersimpuh di pangkuan-Mu dengan dosa – dosa ku Ulurkanlah asta – Mu duhai penolongku Hingga daku selalu sadar kepada Alloh yang satu Duhai baginda Nabi p...
Puisi “Rindu Rosuululloh”

Puisi “Rindu Rosuululloh”

Puisi
RINDU ROSUULULLOH Salam cinta bagimu Yaa Rosul…. Salam rindu Kami Salam segala salam dari Kami, hamba yang selalu haus untuk mengenal Engkau…. Yaa Rasuulalloh… Salam terindah dari Kami yang merindukan kesadaran sebagai sendi dan nafas dalam setiap langkah perjuangan Salam tertinggi bagimu dari Kami yang dalam setiap lelap Kami rindu bermimpi berjumpa denganmu Yaa Habiballoh….. Duhai Baginda yang mulia Disini kami gelisah Dimana-mana para sesama saling bertengkar Setiap saat kami saling mendebat berebut benar Saling menyalahkan, enggan memaafkan, menutup diri dari fakta dan kebenaran Duhai kekasih Alloh, kami rindu pada nasihat dan senyummu yang arif nan lembut menyejukkan Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh… Belum juga tercetakkah akhlakmu kepada Kami ? Belum juga tercetakkah sunn...